Isnin, 25 Februari 2013

Makalah Revolusi Hijau


PENDAHULUAN



1.      Latar Belakang

Revolusi hijau merupakan suatu program yang dikhususkan pada pembangunan sektor pertanian. Program ini mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1960-an, yaitu pada masa kepemimpinan Soeharto. Loekman Soetrisno (2002) menjelaskan bahwa, Tujuan utama revolusi hijau adalah untuk menaikkan produktifitas sektor pertanian, khususnya sub-sektor pertanian pangan, melalui paket teknologi pertanian modern. Paket tersebut terdiri atas pupuk non-organik, obat-obatan pelindung tanaman, dan bibit padi unggul.
Melalui program ini, pada tahun 1984, Indonesia berhasil menjadi negara swasembada pangan terbesar. Dalam waktu yang cukup lama yaitu sekitar 20 tahun, program revolusi hijau juga telah berhasil mengubah kebiasaan dan sikap para petani Indonesia yang awalnya memakai sistem bertani secara tradisional menjadi sistem bertani yang modern dimana para petani mulai menggunakan teknologi-teknologi pertanian yang ditawarkan oleh program revolusi hijau. Perubahan sikap tersebut sangat berpengaruh terhadap kenaikan produktifitas sub-sektor pertanian pangan, sehingga Indonesia mampu mencapai swasembada pangan. Keberhasilan Indonesia ini adalah akibat dari meningkatnya hasil panen sebagai akibat berjuta-juta petani di Indonesia, khususnya di Jawa, menggunakan bibit unggul baru dan pupuk kimia.
Tetapi dibalik itu semua, banyak dampak negatif yang dialami oleh para petani Indonesia. Salah satunya adalah banyak petani yang malah kehilangan pekerjaan bertani mereka sehingga tidak sedikit petani yang hidup semakin miskin. Sikap dan kebiasaan petani pun mulai berubah yang awalnya “anti teknologi” menjadi ketergantungan terhadap teknologi pertanian yang modern. Selain itu pemakaian bahan-bahan kimia yang digunakan pada hasil pertaian juga menyebabkan khususnya para petani mengalami kesusahan dan berpengaruh juga pada masyarakat luas pada umumnya.
Makalah ini akan membahas secara lebih jelas mengenai pengaruh apa saja yang diakibatkan oleh revolusi hijau terhadap petani di Indonesia. Dalam makalah ini akan dibahas sedikit banyak mengenai pengaruh dan dampak apa saja yang telah ditimbulkan oleh adanya revolusi hijau.

2.      Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain yaitu:
a.     Apa saja perkembangan revolusi hijau itu?
b.    Penyebab munculnya revolusi hijau

3.      Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah:
a.    Untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran sejarah
b.    Mengetahui isi apa saja yang terdapat dalam isi tentang revolusi hijau
c.    Mengetahui latar belakang revolusi hijau


BAB II
PEMBAHASAN



A.    Proses Revolusi Hijau dalam Meningkatkan Produksi Pertanian
1.      Pengertian Revolusi Hijau
Revolusi hijau sering dikenal dengan revolusi agraria yaitu suatu perubahan cara bercocok tanam dari cara tradisional berubah ke cara modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Definisi lain menyebutkan revolusi hijau adalah revolusi produksi biji-bijian dari penemuan ilmiah berupa benih unggul baru dari varietas gandum, padi, jagung yang membawa dampak tingginya hasil panen. Tujuan revolusi hijau adalah meningkatkan produktivitas pertanian dengan cara penelitian dan eksperimen bibit unggul.
2.      Latar Belakang Munculnya Revolusi hijau
Adapun latar belakang munculnya revolusi hijau adalah sebagai berikut.
a.       Hancurnya lahan pertanian akibat PD I dan PD II.
b.      Pertambahan penduduk meningkat sehingga kebutuhan pangan juga meningkat.
c.       Adanya lahan tidur.
d.      Upaya peningkatan produksi pangan.

Gagasan tentang revolusi hijau bermula dari hasil penelitian dan tulisan Thomas Robert Malthus (1766 – 1834) yang berpendapat bahwa “Kemiskinan dan kemelaratan adalah masalah yang dihadapi manusia yang disebabkan oleh tidak seimbangnya pertumbuhan penduduk dengan peningkatan produksi pertanian. Pertumbuhan penduduk sangat cepat dihitung dengan deret ukur (1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, 128, dst.) sedangkan peningkatan produksi pertanian dihitung dengan deret hitung (1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15, dst.)”. Pengaruh tulisan Robert Malthus tersebut, yaitu:
a.       Gerakan pengendalian pertumbuhan penduduk dengan cara pengontrolan jumlah kelahiran;
b.      Gerakan usaha mencari dan meneliti bibit unggul dalam bidang pertanian.

3.      Perkembangan Revolusi Hijau
Revolusi hijau dimulai sejak berakhirnya PD I yang berakibat hancurnya lahan pertanian. Penelitian disponsori oleh Ford and Rockefeller Foundation di Meksiko, Filipina, India, dan Pakistan. IMWIC (International Maize and Wheat Improvement Centre) merupakan pusat penelitian di Meksiko. Sedangkan di Filipina, IRRI (International Rice Research Institute) berhasil mengembangkan bibit padi baru yang produktif yang disebut padi ajaib atau padi IR-8.
Pada tahun 1970 dibentuk CGIAR (Consultative Group for International Agriculture Research) yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada berbagai pusat penelitian international. Pada tahun 1970 juga, Norman Borlang mendapatkan hadiah nobel karena gagasannya mencetuskan revolusi hijau dengan mencari jenis tanaman biji-bijian yang bentuknya cocok untuk mengubah energi surya menjadi karbohidrat pada tanah yang diolah menjadi subur dengan tanaman yang tahan terhadap hama penyakit. Upaya meningkatkan produktivitas pertanian antara lain dengan cara sebagai berikut.
a.       Pembukaan areal pertanian dengan pengolahan tanah.
b.      Mekanisme pertanian dengan penggunaan alat-alat pertanian modern seperti bajak dan mesin penggiling.
c.       Penggunaan pupuk-pupuk baru.
d.      Penggunaan metode yang tepat untuk memberantas hama, misalnya dengan alat penyemprot hama, penggunaan pestisida, herbisida, dan fungisida.
Perkembangan Revolusi Hijau juga berpengaruh terhadap Indonesia. Upaya peningkatan produktivitas pertanian Indonesia dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.

a.         Intensifikasi Pertanian
Intensifikasi pertanian yaitu upaya peningkatan produksi pertanian dengan menerapkan formula pancausaha tani (pengolahan tanah, pemilihan bibit unggul, pemupukan, irigasi, dan pemberantasan hama).

b.        Ekstensifikasi Pertanian
Ekstensifikasi pertanian yaitu upaya peningkatan produksi pertanian dengan memperluas lahan pertanian, biasanya di luar Pulau Jawa.

c.       Diversifikasi Pertanian
Diversifikasi pertanian yaitu upaya peningkatan produksi pertanian dengan cara penganekaragaman tanaman, misal dengan sistem tumpang sari (di antara lahan sawah ditanami kacang panjang, jagung, dan sebagainya).

d.      Rehabilitasi Pertanian
Rehabilitasi pertanian yaitu upaya peningkatan produksi pertanian dengan cara pemulihan kemampuan daya produktivitas sumber daya pertanian yang sudah kritis.

Faktor-faktor penyebab timbulnya lahan kritis adalah sebagai berikut.
1)      Penanaman yang terus menerus.
2)      Penggunaan pupuk kimia (pestisida, herbisida).
3)      Erosi karena penebangan liar.
4)      Irigasi yang tidak teratur.

Upaya untuk memperbaiki lahan pertanian antara lain dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut.
1)      Reboisasi untuk kawasan hutan/nonhutan.
2)      Melakukan tebang pilih.
3)      Pembibitan kembali.
4)      Penanaman sejuta pohon.
5)      Penanaman tanah lembah/pegunungan dengan terasering/sengkedan.
6)      Seleksi tanaman (tanaman pelindung/tua).
4.      Keuntungan Revolusi Hijau
Adapun keuntungan dari adanya Revolusi Hijau, adalah berikut ini.
a.       Ditemukannya berbagai jenis tanaman dan biji-bijian/varietas unggul.
b.      Meningkatnya produksi pertanian yang berarti dapat mengatasi pangan.
c.       Pendapatan petani meningkat yang berarti meningkatnya kesejahteraan petani.
Tahun 1988, Indonesia mendapat penghargaan dari FAO karena berhasil dalam swasembada pangan.
5.      Kelemahan Revolusi Hijau
Sedangkan kelemahan dari Revolusi Hijau adalah berikut ini.
a.       Menghabiskan dana yang besar untuk biaya penelitian.
b.      Menurunnya daya produksi tanah karena ditanami terus menerus.
c.       Polusi tanah dan air akibat penggunaan pupuk pestisida yang berlebihan.
d.      Dengan mekanisasi pertanian mengakibatkan tenaga manusia digantikan mesin.

B.     Perkembangan Sistem Informasi, Komunikasi, dan Transportasi serta Dampaknya dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara
1.      Pengertian Informasi dan Komunikasi serta Transportasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sistem berarti perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Informasi adalah data yang telah diperoleh, sehingga mempunyai arti dan nilai. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, informasi berarti penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita. Menurut Alfin Toffler (Seorang Futurolog AS), informasi adalah fakta, laporan, perkembangan, perasaanperasaan, membuat kecenderungan-kecenderungan yang dapat memengaruhi keputusan/pembentukan masyarakat/dunia.
Pengertian komunikasi adalah membagi informasi, memberitahu, memindahkan atau bentukan pikiran baik secara lisan maupun tulisan. Definisi lain menyebutkan komunikasi adalah suatu transformasi informasi antar orang atau kelompok atau lembaga dalam bentuk penyebaran berita melalui lisan, tulisan, suara, gambar maupun lambang tertentu. Komunikasi massa adalah penyebaran informasi atau komunikasi yang membawa pesan untuk orang banyak, Misalnya koran, televisi, majalah, radio sebagai pemberi informasi (sender) dan masyarakat sebagai penerima informasi (receiver). Pengertian transportasi adalah pengangkutan barang (benda) atau sebagai jenis kendaraan sesuai dengan kemajuan teknologi.

2.      Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) Palapa
SKSD Palapa adalah sistem satelit komunikasi yang dikendalikan oleh sistem satelit komunikasi pengendali bumi yang dibuat oleh HAC (Hughes Aircraft Company) Perumtel Indonesia. Nama palapa diambil dari sumpah Gajah Mada yang akan mempersatukan Nusantara. SKSD Palapa dibangun tahun 1974–1976 dengan peluncuran generasi 1-A1. Sampai tahun 1996 sudah generasi 3 dengan code C2 yang jarak jangkauannya dari Irian sampai Vladivostok (Rusia), dari Australia sampai Selandia Baru. Juga dipakai oleh negara-negara tetangga, Australia, Papua Nugini, Maca, Selandia Baru, dan Vietnam.

Sekarang ini kita mengenal satelit komunikasi yang lain, yakni Telkom-1 dan Garuda-1
Fungsi SKSD Palapa adalah sebagai berikut.
a.       Hubungan komunikasi antardaerah, antarnegara lebih mudah.
b.      Mempererat penyebaran informasi melalui televisi, internet, faksimile.
c.       Mempermudah komunikasi telepon SLI, SLJJ, STO (Sentral Telepon Otomat).
d.      Sebagai satelit pengulang (repeater).

3.      Radio
Dr. Lee De Forest dari AS merupakan penemu radio tahun 1916 sehingga mendapat julukan The Father of Radio. Tahun 1919 Dr. Frank Conrad (seorang ahli pada westing house Company di Pitssberg AS) berhasil mengadakan eksperimen menyiarkan musik. Tahun 1920 masyarakat Amerika dapat menikmati siaran radio dan mulai tahun 1923 stasiun radio meningkat tajam menjadi SSG Stasiun. Tahun 1933, Prof. E.H. Amstrong memperkenalkan FM (Frequency Modulation) yang mempunyai kelebihan antara lain:
a.       Dapat menghilangkan interference (gangguan) yang disebabkan oleh cuaca, bintik-bintik matahari, alat listrik, atau dua stasiun yang bekerja pada gelombang yang sama
b.      Suaranya jelas dan jernih.

Perkembangan Radio di Indonesia
1 April 1933, Mangkunegoro VII dan Sarsito Mangunkusumo mendirikan SRV (Solossche Radio Vereenging) di Surakarta. SRV sebagai pelopor timbulnya siaran radio yang diusahakan oleh bangsa Indonesia sendiri. Sedangkan radio siaran yang pertama diusahakan oleh Hindia Belanda tanggal 16 Juni 1925 bernama BRV (Bataviasche Radio Vereenging) di Jakarta. Badan-badan radio yang lainnya adalah :
- NIROM        :           Nederlansch Indische Radio Omroep Mij di Jakarta,
Bandung, dan Medan.
- MAVRO       :           Mataramse Vereenging Voor Radio Omroep di
Yogyakarta.
Atas usaha M. Sutarjo Kartohadikusumo dan Sarsito Mangunkusumo tanggal 24 Maret 1937 didirikan PPRK (Perserikatan Perkumpulan Radio Ketimuran) di Bandung dengan tujuan berupaya memajukan kesenian dan kebudayaan nasional guna kemajuan masyarakat Indonesia secara rohani dan jasmani.
Pada masa pendudukan Jepang, penyelenggaraan radio ditangani oleh Hoso Kanri Kyoku. Perkembangan radio merosot karena semua radio siaran diarahkan untuk kepentingan militer Jepang. Pada awal kemerdekaan, radio berperan menyebarkan berita Proklamasi.
Tanggal 11 September 1945 diadakan rapat di Jakarta yang dipimpin oleh Abdurrachman Saleh dan dihadiri oleh 16 pemimpin dari Jakarta, Bandung, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, dan Surakarta. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut.
a.       Menetapkan tanggal 11 September 1945 sebagai hari berdirinya RRI.
b.      Semua yang hadir menyatukan diri sebagai pegawai RRI.
c.       Pusat RRI di Jakarta.
d.      Abdurrachman Saleh dipilih sebagai Pemimpin Umum RRI.
e.       Cabang RRI yang pertama adalah Jakarta, Bandung, Surakarta, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya.
f.       Semboyan RRI “sekali di udara tetap di udara”.

PP No. 21 / 1967 tentang amateurisme radio amatir adalah seperangkat pemancar radio yang digunakan untuk berhubungan dalam bentuk percakapan. Radio amatir tergabung dalam ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia). Disusul PP No. 55 tahun 1970 tentang radio siaran nonpemerintah yang berfungsi sosial yaitu sebagai alat pendidikan, penerangan, dan hiburan.
Tahun 1974 stasiun radio swasta niaga bergabung dalam wadah PRSSNI (Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia). Tahun 1984, RRI mendapat penghargaan dari The Population Institute (Lembaga Kependudukan) yang berpusat di Washington, karena siaran sandiwara radionya terbaik se-Asia dengan judul “Butir-butir pasir di laut“ (yang bertemakan KB).
Setelah merdeka siaran luar negeri Indonesia dikenal dengan nama The Voice of Free Indonesia. Sekarang siaran luar negeri RRI dari Jakarta dikenal dengan nama Voice of Indonesia (Suara Indonesia). RRI ditunjang oleh MMTC (Multimedia Training Center) yang bertujuan untuk mendidik dan melatih para karyawan.
Adapun fungsi radio sejak ditemukan sampai sekarang adalah sebagai:
a.       hiburan;
b.      penerangan;
c.       pendidikan;
d.      propaganda (Jepang dengan propaganda Hakko I-Chiu, artinya delapan penjuru mata angin dalam satu atap);
e.       pembangunan (menyampaikan hasil-hasil pembangunan dan memotivasi masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan nasional).

4.      Televisi
Paul Nipkow dikenal sebagai “Bapak Televisi” karena penemuannya berupa electrische teleschope yang dapat mengirim gambar melalui udara dari satu tempat ke tempat lain. Pada tahun 1883 – 1884. Tahun 1939 masyarakat AS telah menikmati televisi. TVRI lahir berdasarkan SK Menpen tahun 1961 untuk menayangkan/meliput semua kegiatan kejuaraan Asia Games IV di Jakarta. Proyek ini ditangani oleh perusahaan elektronika Jepang Nippon Electric Company (NEC). TVRI berhasil mengudara pada acara liputan 17 Agustus 1962 di Istana Negara. Tanggal 24 Agustus 1962, TVRI diresmikan oleh Presiden Soekarno.
Mulai 11 Maret 1963, TVRI menayangkan siaran iklan/siaran niaga. Tapi mulai 1 April 1981 pemerintah melarang siaran niaga dengan alasan:
a.       TVRI berfungsi sebagai government tool (alat pemerintah) yang bertugas menyiarkan pembangunan dan hasil-hasilnya ke seluruh pelosok Indonesia.
b.      b. TVRI berperan meningkatkan pengetahuan dan wawasan pola piker masyarakat.
c.       Masyarakat bersifat konsumerisme.

Untuk biaya operasional TVRI dilakukan dengan cara berikut ini.
a.       Pemerintah memberi subsidi.
b.      Masyarakat pemilik televisi dikenakan iuran.
c.       Siaran televisi swasta boleh menyiarkan iklan, hasilnya sebagian untuk TVRI.

Mulai tahun 1989, pemerintah mengizinkan kehadiran televisi swasta, sehingga bermunculan TV-TV swasta antara lain:
a.       RCTI, 24 Agustus 1989 di Jakarta;
b.      SCTV, 24 Agustus 1990 di Surabaya;
c.       TPI, 23 Januari 1991;
d.      ANTV, tahun 1993;
e.       Indosiar, Januari 1995, dan sebagainya.
Televisi memberikan dampak baik positif maupun negatif antara lain sebagai berikut.
a.       Dampak positif dari televisi
1)      Menambah wawasan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
2)      Menambah pendidikan dan pengetahuan.
3)      Mengomunikasikan hasil-hasil pembangunan.
b.      Dampak negatif dari televisi
1)      Penjajahan informasi dari Negara tertentu terhadap negara lain.
2)      Budaya konsumerisme dan konsumtif.
5.      Sarana Perhubungan
Penggunaan roda diperkenalkan pertama oleh bangsa Hyksos tahun 1675 SM. Penemuan mesin uap oleh James Watt 1769 membawa perubahan besar karena transportasi (kapal, lokomotif, mobil) dijalankan dengan mesin uap. Dengan berkembangnya sektor perhubungan/transportasi berperan untuk:
a.       meningkatkan produksi dan jasa;
b.      meningkatkan arus wisata;
c.       memperlancar arus informasi;
d.      memperlancar arus barang dan manusia;

Sarana perhubungan meliputi darat, laut, dan udara;
a.       Perhubungan Darat Sarana perhubungan darat paling banyak diminati karena relatif murah, cepat, mudah dijangkau. Untuk meningkatkan sarana transportasi upaya yang ditempuh pemerintah, antara lain sebagai berikut.
1)      Pemeliharaan rehabilitasi jalan raya yang sudah ada.
2)      Membangun jalan tol dan jalan layang, ringroad.
3)      Pembangunan jalan kereta api.
4)      Rehabilitasi infrastruktur dan penyediaan tambahan perlengkapan operasional jalan KA.
5)      Pengadaan kereta api lebih modern, Argo Bromo, dan Argo Gede.

KA pertama dikelola oleh PJKA. Sekarang dikelola oleh Perumka (Perusahaan Umum Kereta Api), yaitu BUMN di bawah Departemen Perhubungan yang mengelola KA di Indonesia.

b.      Perhubungan Laut
Upaya pemerintah dalam meningkatkan sarana transportasi laut adalah:
1.      Merehabilitasi dan meningkatkan kapasitas infrastruktur yang ada.
2.      Pengadaan kapal Feri dan kapal pengangkut barang.
3.      Perbaikan pelabuhan laut, terminal peti kemas, dan dermaga-dermaga.
4.      Meluncurkan kapal cepat Palindo Jaya 500 tahun 1995.
5.      Mendirikan PT PAL di Surabaya sebagai pusat pengembangan industry maritim Indonesia.
Tujuan pembangunan perhubungan laut:
1.      Mempercepat lalu lintas antarpulau.
2.      Meningkatkan perdagangan domestik dan internasional.

c.       Perhubungan Udara
Perkembangan transportasi udara ditandai dengan semakin mudah dan cepatnya transportasi antarprovinsi, antarpulau, dan antarnegara. Dengan adanya maskapai penerbangan perintis, yaitu Merpati Nusantara, Mandala, Bouroq, Sempati, dan PT Industri Pesawat Terbang Nurtania berubah menjadi IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) yang sekarang dikenal dengan pesawat NC-212, Helikopter NBO 105, CN 235 (Tetuko), N-250 (Gathotkaca), serta produksi komponen pesawat F-16, Boeing 747, dan Boeing 737.
Perkembangan informasi, komunikasi, dan transportasi dapat meningkatkan arus informasi, memperpendek jarak antar pulau, maupun antarnegara.


BAB III
PENUTUP


Kesimpulan
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa Revolusi hijau merupakan suatu program yang dikhususkan pada pembangunan sektor pertanian. Melalui program ini pada tahun 1984, Indonesia berhasil menjadi negara swasembada pangan terbesar.

Dalam waktu yang cukup lama yaitu sekitar 20 tahun, program revolusi hijau juga telah berhasil mengubah kebiasaan dan sikap para petani Indonesia yang awalnya memakai sistem bertani secara tradisional menjadi sistem bertani yang modern dimana para petani mulai menggunakan teknologi-teknologi pertanian yang ditawarkan oleh program revolusi hijau.

Dari judul serta isi makalah ini kami selaku penyusun dicukupkan sekian dan terima kasih. Tidak lupa kepada Guru dan teman-teman pendengar sekalian kami tidak menutup kemungkinan menerima masukan/kritik serta saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi perbaikan dimasa yang akan datang.


DAFTAR PUSTAKA


Sh. Musthofa, Suryandari, Tutik Mulyati. Buku Sejarah SMA/MA Kelas XII Program IPA bse


KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah berjudul “Revolusi Hijau” ini.

Tidak dapat dipungkiri lagi, hambatan demi hambatan selalu kami temui dalam halnya penyusunan setiap makalah. Tapi dengan kerja keras serta dorongan dari semua pihak akhirnya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Kekurangan demi kekurangan selalu ada, karena kami hanyalah manusia biasa. Oleh sebab itu, kritik serta saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi perbaikan dimasa yang akan datang.

i
 

 

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ............................................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang .................................................................................................................. 1
B.     Rumusan Masalah.............................................................................................................. 1
C.     Tujuan dan Manfaat........................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
A.    Proses Revolusi Hijau dalam Meningkatkan Produksi Pertanian ...................................... 3
1.      Pengertian Revolusi Hijau........................................................................................... 3
2.      Latar Belakang Munculnya Revolusi hijau................................................................. 3
3.      Perkembangan Revolusi Hijau.................................................................................... 3
a.       Intensifikasi Pertanian .......................................................................................... 4
b.      Ekstensifikasi Pertanian........................................................................................ 4
c.       Diversifikasi Pertanian.......................................................................................... 4
d.      Rehabilitasi Pertanian............................................................................................ 4
4.      Keuntungan Revolusi Hijau........................................................................................ 5
5.      Kelemahan Revolusi Hijau.......................................................................................... 5
B.     Perkembangan Sistem Infornasi, Komunikasi dan Transpostasi Serta
Dampaknya dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara....................... 5

BAB III PENUTUP
Kesimpulan............................................................................................................................... 11

ii
 
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................. 12

Tiada ulasan:

Catat Ulasan